My Pilates Experience (Part 1)

Post tentang pilates ini akan saya bagi jadi 3 bagian, kenapa? Karena mau membuktikan phase ini : “after 10 sessions, you will feel the difference. After 20 sessions, you will see the difference. After 30 sessions, others will see the difference.” Hahaha. Cheesy banget yah 😂.

Tapi banyak lho yang nanya sama saya : enakan mana sih pilates sama yoga?.  Well yoga dan pilates menurut saya concern nya berbeda. Kalau yoga bisa untuk cardio, menguatkan, sekaligus melatih kelenturan.  Sedangkan pilates lebih ke membentuk tubuh dan mengurangi keluhan terutama di bagian spine.  Jadi kalau kamu memiliki keluhan di pinggang atau punggung then pilates might be right for you.

Saya sendiri memiliki keluhan di pinggang ; gampang sakit pinggang kalau terlalu lelah, nggak bisa pakai heels lama-lama, nggak bisa gendong anak lama-lama, dan selalu sakit pinggang kalau habis tidur miring. Jompo banget deh rasanya. Padahal saat itu saya udah olahraga yoga juga, jadi bertanya-tanya juga apa yang salah.  Akhirnya saya memberanikan diri untuk xray spine saat medical check up.  Hasilnya sebenarnya nggak ada yang gimana-gimana banget, tapi postur saya kurang baik yang nama medicalnya strengthening lumbar lordosis.  Saya kurang paham sih sebenarnya ini apa 😂, but i know i need to do something before it gets worse.

Setelah browsing, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba pilates di Pilates @kemang.  Saat free trial, ternyata coach nya paham banget soal spine dan ini juga yang meyakinkan saya untuk lanjutin pilates saat itu.  Beberapa minggu pilates, ondeeeee pinggang sakit bener.. bagian tubuh lain seperti kaki atau tangan sakit juga sih tapi nggak seperti pinggang.  Saya sampai mikir ini bikin sembuh apa bikin sakit ya 😂.  Tapi coach saya selalu bilang itu karena abs dan bagian belakang saya belum kuat.  Sedih lho tiap sakit saya kasih freshcare aja biar berkurang🤣.  Setelah beberapa  minggu latihan akhirnya saya mulai merasakan manfaat dari pilates. Pinggang saya sudah lebih jarang sakit dan badan juga lebih terbentuk ❤️❤️.  Badan saya yang sebelumnya lembek sekarang mulai toned dan lean. Jadi phase nya untuk part 1 benar yaa saudara saudara. I do feel the difference after 10 sessions.

Nah kalau plus nya kan udah ya diatas. Kalau minusnya pilates apa sih?. Pertama, bikin kering dompet 😂😂 menurut saya olahraga ini cukup pricey ya di pilates @kemang sendiri untuk coach junior dikenakan 4.400.000 untuk 10 sessions sesi private.  Kedua, pilates bukan untuk cardio. Jadi kalau kalian berniat untuk menguruskan badan nah sepertinya pilates kurang tepat hehe.  Ketiga, jujur saya suka mager banget keluar rumah dan pergi ke kemang karena terbiasa latihan yoga private dirumah sebelumnya.  Tapi kalau ditanya, worth it nggak sih? Jawabannya worth it banget menurutku.  Emang sih namanya olahraga gaada yang instant, tapi percaya aja nggak ada hasil yang membohongi usaha (ceileeeh) 🤗😂.

lagi pilates muka gajelas nahan2 lelah 😂. Ini keliatannya gampang padahal lumayan juga lho

Anyway, semoga review nya membantu ya. Selamat olahraga! ❤️

Advertisements

Skincare Regime

Setelah voting insta story, ternyata lebih banyak yang prefer aku share tentang skincare regime. Jadi di postingan kali ini aku akan share skincare apa aja yang aku pakai pagi dan malam hari ya.  
Terus terang menurutku skincare regime itu nggak bisa disamakan pada setiap orang karena kondisi kulit kita yang berbeda-beda. Kondisi kulitku kombinasi ; kering pada pipi dan berminyak pada tzone. Skincare yang aku pakai :

AM :

Heimish Cleansing Balm

Cosrx Good Morning Cleanser

Kanebo First Serum

Kanebo Moisture Lotion

Neostrata Ultra Daytime spf20 (kalau mau pergi) / bio hydrating (kalau dirumah)

PM :

Heimish Cleansing Balm / Sukin Milk Cleanser

Cosrx Good Morning Cleanser

Kanebo First Serum

Kanebo Moisture Lotion

Neostrata Pigment Controller

Neostrata Bio Hydrating

PCA Skin Eyexcellence

Laneige Lip Sleeping Mask

Addition :

Celeteque Oil Free & Acne Toner (kalau lagi berminyak atau jerawat)

Oxy 5 (kalau ada jerawat)

Hada Labo Mild Peeling Lotion (kalau lagi kepengen di exfo 🤣)

Avene Soothing Mask (kalau kulit berasa sensitif)

Caudalie Peeling Mask (kalau pengen exfo)

Nature Republic Soothing Aloe Gel

Tips kreatif dr aku untuk yg kulitnya kombinasi, di bagian T Zone boleh pake toner utk oily sementara untuk pipi tetap toner hydrating seperti aku. It works lho! Jadi jangan dipakai untuk semuka ya kalau kulit kamu cenderung kombinasi. Selain itu, sesuatu yang aku pelajari banget dari baca review sana sini, beli ini itu, coba kiri kanan skincare adalah… customize! Jangan pakai sesuatu plek plekan sesuai dengan yang orang lain pakai, karena setiap orang memiliki kulit yang berbeda. Coba untuk lebih mengerti kulit kamu sendiri dan dikombinasikan dengan masukan-masukan yang ada.

Review dari masing-masing produk yang aku pakai menyusul yaa. Boleh juga untuk DM ke @vsshopbeaute atau @vinnyshabrina kalau ada yang mau ditanyakan.

Yuk semangat merawat kulit! 😉

semangat merawat kulit dan pede foto tanpa make up! 😉

Celeteque Oil Free Acne Toner

  
Sejak di cauter, kulit saya kondisinya lagi baguuuus banget. Definisi bagus ini di saya adalah tanpa dry patch dan jerawat kecil yg mengganggu. Masih ada sih jerawat 1-2 saja krn hormonal, tp kondisi kulit saya yang kombinasi (kering di bagian pipi dan agak oily di T zone) sekarang jadi jauh lebih balance 🤗.
Untuk lengkapnya skincare apa aja yang saya pakai akan saya bahas di blog post selanjutnya ya. Kali ini saya mau review toner yang ok banget untuk kulit oily dan berjerawat. Awalnya saya sangsi karena Celeteque ini harganya miring banget, ini toner beneran bagus apa nggak sih? 😂. Cuma setelah saya pakai, jujur saya impressed dengan toner ini.

Celeteque ini kalau tidak salah 1 company dengan merk skincare lain andalan saya, Neostrata. Sama-sama dermatologist tested, non comedogenic, dan fragrance free jadi cocok banget untuk kulit sensitif atau kamu yang mau menghilangkan bruntusan dan jerawat. Apalagi mengandung Aloe vera dan Chamomile Extracts jadi cukup calming di kulit.

Tekstur dari Celeteque Acne & Oil Free Toner ini cair dan cara memakainya juga hanya diteteskan saja di kapas seperti biasa. Saya hanya pakai di bagian T zone saja. So far jerawat kecil sangat berkurang dan tekstur kulit saya menjadi lebih halus. 

Untuk yang tertarik, bisa dibeli di @vsshopbeaute ya di instagram atau shopee dengan harga 70.000 saja (what a steal 😍).

Thank you for reading! ❤️

Menghilangkan Milia

Akhirnya saya memantapkan hati lagi untuk menulis. Yay! Setelah sekian lama nggak nulis.. kayaknya sekarang mulai semangat untuk menulis blog lagi. Memang benar ya, menulis itu bukan tergantung mood tapi harus konsisten!

Sebenarnya saya sudah menulis ini di instastory @vsshopbeaute, tapi karena instastory hanya bertahan 24jam kayaknya ditulis disini lebih pas ☺️.

Sudah lama saya bermasalah dengan milia di wajah.  Milia ini bentuknya biasanya berupa bintil-bintil kecil, saya sendiri mengalami yang berbentuk seperti daging kecil yang tumbuh semakin besar jika sering dipegang dan menyebar di beberapa bagian wajah.

Sebal sekali karena milia ini tidak akan hilang jika dipencet seperti jerawat, melainkan harus di cauter di klinik kecantikan/dokter kulit. Saya pernah mencoba dengan bawang putih yang ditempelkan ke milia, akhirnya memang copot sih tapi setelahnya malah tumbuh kembali karena tidak lepas sampai ke akar.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, umumnya karena ada gen keluarga tapi sinar matahari juga bisa menyebabkan milia lho jika kulit kita tidak terlindungi sunblock.  Saya jadi ingat dulu waktu hamil jarang sekali pakai sunblock, ternyata akibatnya bisa tumbuh banyak milia.

Setelah ditunggu beberapa bulan tidak kunjung hilang, maka saya memutuskan untuk cauter milia-milia saya di @theaesthetics_pejaten 1 minggu lalu. Sepenglihatan saya mungkin hanya 5 milia yang terlihat jelas, tapi ternyata milia saya banyak sekali bahkan lebih dari 15 titik.

Saat di cauter, rasanya kulit saya seperti tercubit-cubit kecil. Tidak sakit berlebihan, malah menurut saya lebih sakit di facial hahaha. Bekasnya seperti luka bakar kecil-kecil yang akan hilang dalam waktu 5-7 hari. Sebaiknya 2 minggu setelah cauter kulit kita di peeling agar bekasnya betul-betul hilang, karena bekas luka bakar kecil ini ada yang meninggalkan noda merah (walaupun hanya dikit bgt sih paling 2 – 3 titik).

Setelah di cauter kulit saya terasa lebih mulus dan daging-daging kecil yang mengganggu sudah hilang 😂😂. Intinya cauter ini sangat efektif menghilangkan milia saya dan saya benar benar kapok bgtttt nggak pake sunblock huhu. Jadi jangan ragu untuk cauter buat kamu yang punya milia ya karena rasanya nggak sakit kok… juga jangan lupa pakai sunblock!!

setelah di cauter muka jadi lebih mulus hihihi

Thank you for reading! ❤️

Work at Home Mom (?)

Dear Readers,

Jadi ini berawal dari saya yang post beberapa foto barang-barang jualan yang sudah di pack di path.  Kebetulan memang vsshopbeaute sedang ramai-ramainya.  Eh nggak lama kemudian beberapa teman saya dan suami bertanya mengenai cara menjadi work at home mom (wahm)

image
Foto Ini Lho.. 😂😂

Ditanya begitu terus terang saya juga bingung hahaha. Wong yang disini juga masih belajar kok.

Memang sih, pertimbangan untuk menjadi wohm saya rasa hampir seluruh wanita sama ya; supaya tetap berkarya sembari mengawasi anak dirumah.  Tentu saya juga dong, tapi ditambah supaya tetap leha-leha tapi bisa jajan sendiri, nggak melulu minta suami :p

People say, you got some you might lose some.

Nggak selalu lho menjadi wohm itu enak, walaupun (buat saya) banyakan enaknya sih.  Tapi buat kamu yang pengen jadi wohm coba pertimbangin ini :

1.Cita-Cita

Coba tanya ke diri sendiri dulu.. Sebenarnya cita-cita kamu itu apa sih? Is this what you really really want? 

2. Bakal Bosen Nggak?

Soalnya jujur aja nih, kadang ada masanya lho saya pengen pakai baju rapi pakai lipstick dandan gitu pergi setiap hari.  Tapi balik lagi saya senang banget dengan bisnis yang saya jalanin sekarang, jadi pikiran itu cuma selewat saja lalu hilang. Nah, bagaimana dengan kamu?

3. Dirumah Ngapain Ya?

Nah ini penting lho. Dulu saya sebelum berbisnis bawaannya jadi rese banget nanya suami kapan pulang hahaha.  Apalagi untuk kamu yang biasa ngantor, ada baiknya set up dulu bisnis/kegiatannya (diluar mengurus rumah tangga) sebelum memutuskan untuk stay at home.

4. Support System

Jangan lupa untuk membicarakan ini dengan suami ya.  Soalnya penting sekali memiliki support system supaya ketika kita bimbang ada yang bantu “ngelurusin” lagi 😂.  Lagipula saya percaya pasti setiap wohm memiliki pertimbangannya sendiri untuk tinggal dirumah sambil bekerja.  You go moms! 💪🏻

Kalau saya pribadi, alasan utama nya adalah karena saya ingin menghabiskan waktu sebanyak-banyaknya dengan anak.  Saya nggak mau melewatkan 1 milestone pun hehe.  Untuk berbisnis juga saya sudah hobi sejak SMP.  Jadi bisa tinggal dirumah sambil berbisnis itu menyenangkan sekali!

img_9178
Demi anak bulat ini.. ☺️

Semangat ya mommies menentukan pilihan 😀

See ya on the next post!

signature 1

 

Tips Menurunkan BB Setelah Melahirkan

Dear Readers,

Judulnya eye catching sekali ya hahaha.  Pasti mamak-mamak yang sudah melahirkan suka banget nih 😀

Sejujurnya saya nggak ada niat untuk diet.  Jadi semuanya berdasarkan kebetulan.  Kebetulan yang nggak enak semua sih… karena saya sempat kena demam berdarah dan hemorroid.  Jadi awalnya turunnya itu karena SAKIT.  Duh nggak enak banget deh buibu jangan sampe ya.

BB saya naik hingga 23kg menjadi 75kg saat hamil Rafi.  Lalu karena begadang dan lain-lain akhirnya turun menjadi 65kg.  Trus mandet tuh :p habis sakit demam berdarah pun turunnya ke 63kg aja.

Nah yang paling menyusahkan adalah ketika saya kena Hemorroid atau istilah kurang kerennya ambeien yang membuat saya harus makan banyak serat.  Nah, sejak itulah berat badan saya turuuuuun terus (perlahan sih mungkin 2kg kali ya per bulan).

Jadi tips saya untuk ibu-ibu menyusui yang ingin menurunkan berat badan :

1. Makan Banyak Serat

Ini penting pake banget.  Selain cukup mengenyangkan, ini sangat baik untuk mencegah hemorroid karena ibu-ibu yang baru melahirkan sangat rentan terkena hemorroid.  Kalau saya biasanya makan 2-3x sehari.  Makannya bukan cuma sesendok ya buibu.. semangkok.  Kalau perlu 1 ikat bayam sendiri (ini saya jalankan sendiri), sampai-sampai saya dibilang popeye sama orang rumah hahaha.

2. Jangan Makan Setelah jam 7 Malam

Nah kalau saya memang jadwal makannya jadi berubah ni.  Sarapan jam setengah 7 pagi sebelum memberi rafi makan, lalu jam 10/11, makan siang jam 2, makan terakhir jam 5.  Jam setengah 7 malam saya cuma makan sayur aja semangkok.  Kadang agak kriuk kriuk dikit sih tengah malem :p tapi saya suka males turun kebawah jadinya bablas deh sampai pagi.

3. (Kalau bisa) Olahraga

Saya ngertiiiii banget yang namanya masih punya anak bayi itu rempongnya gimana.  Apalagi kalau nggak ada yang membantu dirumah hehe.  Makanya kalau dulu saya pake ergo baby aja jalan keliling komplek.  Lumayan banget lho keringetan karena sambil gendong baby haha.

4. Kurangi Makan yang Berlemak

Nah ini awalnya karena ketika saya periksa ke dokter penyakit dalam perihal hemorroid saya.  Dokter bilang empedu saya bermasalah (?) yang intinya baiknya mengurangi makanan berlemak seperti keju dan kawan kawan.  Jadi selama beberapa minggu memang saya mengurangi makanan berlemak.  Walaupun sekarang udah nggak sih :p

5. Makan Sedikit tapi Sering

Yap, ini bener banget.  Lebih baik porsi sedikit-sedikit tapi sering daripada jarang tapi langsung banyak.  Tapi makan beneran loh yaa (nasi, makan berat) bukan cemilan.. karena sebenarnya cemilan ini juga bikin susah turun bb hehe.

 

Sekian tips dari saya.. simple banget yaa hehe.  Tips-tips diatas sudah saya jalankan lho sekarang berat saya sudah 53kg lagi sudah kembali ke berat sebelum hamil hehehe soalnya saya punya target untuk kembali ke berat awal sebelum hamil lagi :p

Semoga bermanfaat ya, see ya on the next post!

 

signature 1

 

Hello Again

Hello Again!

Ya ampun, baru sadar saya sudah selama itu ya nggak ngeblog.  Rasanya dari hamil besar sampai Rafi sudah berumur 9 bulan baru kali ini saya ngeblog :”) .

Anyway, Rafi sudah sebesar ini lho..

Maaf yaa kalau resolusi nya nggak terlalu bagus karena foto dari hp hehehe.

Nggak terasa banget tau-tau rafi sudah mulai makan, sekarang sudah mulai merambat.  I am happy but unhappy at the same time, nggak mau rafi cepat-cepat besar! hahaha.  The perks of being a mother.

Janji deh, akan sering-sering update lagi disini.

 

Love you always,

signature 1